Produsen smartphone dan gadget yang berbasis di London, Inggris, Nothing melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi internal. Namun, perusahaan membantah kabar yang menyebut mereka akan menghentikan operasional di lebih dari 12 negara. Isu tersebut mencuat setelah laporan media Digit menyebut Nothing berencana keluar dari sejumlah pasar global, memangkas sekitar 40 persen tenaga kerja, serta mengurangi tim riset dan pengembangan (R&D) di China dan London. Menanggapi laporan itu, Co-founder Nothing Akis Evangelidis menyatakan bahwa kabar itu keliru. Meski demikian, dia mengonfirmasi bahwa perusahaannya memang sedang melakukan reorganisasi, termasuk PHK. Menurut Evangelidis, restrukturisasi dilakukan untuk mempersiapkan fase pertumbuhan berikutnya, salah satunya dengan membentuk unit bisnis baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). “Keputusan yang berdampak pada mata pencaharian orang lain tidak pernah diambil dengan mudah,” ujar Evangelidis, sebagaimana dikutip dari laporan Digit. AI Menggoyang Industri Kreatif Baca juga: Nothing Phone (4b) Resmi, HP Nothing dengan Baterai Terbesar Meski membantah isu hengkang dari sejumlah negara, Nothing tidak memberikan rincian mengenai jumlah karyawan yang terdampak PHK maupun cakupan reorganisasi yang sedang berlangsung. Laporan Digit juga menyoroti penjualan ponsel Nothing Phone (4b). Media tersebut mengeklaim perangkat itu hanya terjual sekitar 20.000 unit secara global sejak diluncurkan pada 7 Juli 2026. Angka tersebut langsung dibantah Evangelidis. Ia mengatakan Phone (4b) telah mencatat penjualan 29.537 unit hanya pada hari pertama peluncurannya. Lihat Foto Ilustrasi Nothing Phone (4b).(GSMarena) Meski demikian, kedua angka tersebut tidak sepenuhnya saling bertentangan karena kemungkinan menggunakan metode perhitungan yang berbeda. Digit menghitung total pengiriman sejak peluncuran, sedangkan Evangelidis mengacu pada penjualan hari pertama. Di sisi lain, Nothing Phone (4a) dan Phone (4a) Pro disebut telah membukukan total pengiriman sekitar 150.000 unit secara global. Tekanan biaya komponen Nothing sebelumnya juga menghadapi tekanan akibat kenaikan harga komponen, khususnya memori (RAM) dan penyimpanan. Dampaknya, submerek Nothing yaitu CMF, telah memastikan tidak akan meluncurkan smartphone baru sepanjang 2026. Model CMF Phone 3 Pro yang sempat direncanakan akhirnya dibatalkan karena biaya produksi meningkat. Baca juga: Nothing Lepas Sub-Brand CMF Jadi Merek Mandiri Laporan menyebut harga memori telah naik hampir empat kali lipat sejak September 2025 sehingga memaksa produsen smartphone mengevaluasi kembali strategi bisnis mereka. Di tengah tantangan tersebut, Nothing masih mencatat hasil positif di India. Berdasarkan data Counterpoint Research, perusahaan menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di negara tersebut pada kuartal II-2026 dengan kenaikan tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 105 persen, didorong oleh penjualan seri Phone (4a), dihimpun dari GizChina.
Produsen Smartphone Nothing PHK Massal, Siapkan Divisi AI