5 Besar Produsen Chip Ponsel Dunia Semester I-2026, MediaTek Nomor 1MediaTek menjadi produsen chipset smartphone terbesar di dunia pada semester I-2026. Perusahaan asal Taiwan tersebut menguasai pangsa pasar global sebesar 32 persen.
Posisi kedua ditempati Qualcomm dengan pangsa pasar 22 persen, disusul Apple 19 persen, Unisoc 13 persen, dan Samsung 8 persen.
Data tersebut berasal dari laporan terbaru firma riset pasar Counterpoint Research mengenai pengiriman System-on-Chip (SoC) untuk smartphone secara global pada enam bulan pertama 2026.
Pengiriman turun
Meski tetap memimpin pasar, MediaTek mengalami penurunan pangsa pasar dibandingkan semester I-2025. Saat itu, pangsa pasar perusahaan masih mencapai 37 persen.
Qualcomm juga mengalami penurunan dari 26 persen pada semester I-2025 menjadi 22 persen pada periode yang sama tahun ini.
Counterpoint mencatat pengiriman chipset MediaTek dan Qualcomm masing-masing turun lebih dari 25 persen secara tahunan.
Analis Senior Counterpoint Research, Shivani Parashar, mengatakan MediaTek terdampak krisis pasokan memori, khususnya pada segmen chipset entry-level dan 5G kelas bawah.
Meski demikian, lini Dimensity 9500 masih mencatat kinerja positif karena digunakan pada sejumlah ponsel Vivo, Oppo, Poco, dan Redmi.
Sementara itu, penurunan Qualcomm dipengaruhi oleh berkurangnya penggunaan chipset Snapdragon pada lini Samsung Galaxy S26. Sebagian model dalam seri tersebut kembali menggunakan chip Exynos 2600 buatan Samsung.
Penjualan seri Xiaomi 17 yang lebih lemah juga turut menekan pengiriman chipset Qualcomm.
Peringkat Produsen chip Semester I-2026 Semester I-2025 Perubahan
1 MediaTek 32 persen 37 persen -5 poin persen
2 Qualcomm 22 persen 26 persen -4 poin persen
3 Apple 19 persen 15 persen +4poin persen
4 Unisoc 13 persen 11 persen +2poin persen
5 Samsung 8 persen 5 persen +3poin persen
6 Lainnya 6 persen 6 persen tetap
Apple, Unisoc, dan Samsung naik
Berbeda dengan MediaTek dan Qualcomm, tiga produsen lainnya dalam daftar lima besar justru mencatat peningkatan pangsa pasar.
Pangsa pasar Apple naik dari 15 persen pada semester I-2025 menjadi 19 persen pada semester I-2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penjualan seri iPhone 17 yang kuat.
Unisoc juga mengalami kenaikan dari 11 persen menjadi 13 persen. Menurut Counterpoint, semakin banyak produsen smartphone menggunakan platform 4G Unisoc untuk menekan biaya produksi.
Perusahaan tersebut juga memperluas penggunaan chipset 5G melalui kerja sama dengan Poco dan Redmi.
Adapun pangsa pasar Samsung meningkat dari 5 persen menjadi 8 persen. Kenaikan tersebut ditopang oleh penggunaan Exynos pada sebagian model Galaxy S26 Series.
Secara keseluruhan, pengiriman chipset smartphone global turun 15 persen secara tahunan pada semester I-2026.
Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga memori, pengelolaan stok yang lebih ketat oleh produsen smartphone, serta siklus penggantian perangkat yang semakin panjang.
Di tengah pelemahan pasar, pengiriman chipset untuk smartphone berbasis kecerdasan buatan generatif atau GenAI justru tumbuh 24 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan fitur AI pada ponsel kelas menengah hingga premium.
Counterpoint memproyeksikan pengiriman chipset smartphone global sepanjang 2026 akan turun 14 persen secara tahunan. Pengiriman chipset untuk segmen entry-level bahkan diperkirakan merosot lebih dari 30 persen.
Krisis pasokan memori yang menjadi salah satu penyebab penurunan tersebut diperkirakan baru mereda pada paruh kedua 2027, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Counterpoint Research, Kamis (30/7/2026).