Pasar smartphone di China, yang merupakan pasar ponsel terbesar di dunia, mencatat perlambatan pada kuartal II 2026. Menurut laporan terbaru firma riset Omdia, total pengiriman smartphone di China mencapai 66,1 juta unit, turun 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 67,8 juta unit. Meskipun mengalami penurunan, angkanya masih lebih baik dibandingkan pasar smartphone global yang pada kuartal yang sama turun 4 persen secara tahunan. Baca juga: Mengapa CEO Google Cemas dengan Tahun 2025? Omdia menilai salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar adalah kenaikan biaya memori. Kondisi ini membuat produsen menerapkan strategi yang berbeda-beda dalam menentukan harga, menyusun portofolio produk, hingga mengelola operasional bisnis. “Sebagai respons terhadap kenaikan biaya memori, vendor menerapkan strategi yang disesuaikan dengan positioning produk, portofolio, dan operasional bisnis masing-masing,” kata Principal Analyst Omdia, Hayden Hou. AI Belum Picu PHK Massal, tetapi Karakter Pekerjaan Mulai Berubah
Baca juga: Riset Omdia: Pasar Smartphone Dunia Anjlok, Samsung dan Apple Justru Tumbuh Menurut Hou, kondisi tersebut memperkuat polarisasi pasar. Vendor yang memiliki lini produk premium dinilai mampu mempertahankan posisi mereka lebih baik dibandingkan pemain lain. Huawei menjadi salah satu contohnya. Perusahaan asal China itu mempertahankan strategi harga yang relatif stabil, sekaligus memperkuat daya saing ponsel kelas entry-level hingga flagship. Langkah itu disebut mendapat respons positif dari pasar, termasuk melalui peluncuran seri Pura X Max dan Enjoy 90 Pro Max. Baca juga: China Tutup Pintu untuk Nvidia, Pabrik Chip AI Lokal Untung Besar Seperti Huawei, Apple juga bernasib mujur. Perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat itu dinilai mampu mempertahankan performanya di China dengan menjaga harga iPhone tetap stabil di tengah penyesuaian harga yang dilakukan sebagian kompetitor. Strategi tersebut disebut mendorong distributor kembali menambah stok sekaligus meningkatkan permintaan konsumen. Selain tekanan biaya, Omdia mencatat produsen smartphone tetap melanjutkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI). Baca juga: iPhone 17 Laris di China Ternyata karena Alasan Sederhana Menurut Senior Analyst Omdia Lucas Zhong, persaingan kini tidak lagi hanya berfokus pada spesifikasi perangkat keras. Ke depan, pengembangan smartphone AI diperkirakan semakin mengarah pada kemampuan menjalankan tugas lintas aplikasi, integrasi dengan ekosistem pihak ketiga, serta sistem operasi berbasis AI (AI-native OS). Meski demikian, Omdia memperkirakan pasar smartphone China masih akan menghadapi tantangan hingga akhir tahun. Pengiriman smartphone di negara tersebut diproyeksikan turun 6 persen sepanjang 2026, meski penurunannya diperkirakan tetap lebih kecil dibandingkan pasar global. Firma riset itu menilai permintaan konsumen masih relatif stabil. Namun, pengguna diperkirakan akan lebih berhati-hati saat memutuskan untuk mengganti smartphone mereka. Baca juga: Counterpoint: Pasar HP Global Anjlok 11 Persen, Terburuk dalam 13 Tahun 5 besar merek ponsel teratas di China Di tengah penurunan pasar, Huawei tetap menjadi vendor smartphone terbesar di China pada kuartal II 2026. Perusahaan mengirimkan 15,2 juta unit dengan pangsa pasar 23 persen, naik dari 18 persen pada periode yang sama tahun lalu. Apple menempati posisi kedua dengan pengiriman 12,4 juta unit dan pangsa pasar 19 persen. Menurut Omdia, capaian tersebut menjadi rekor tertinggi Apple di China untuk kuartal kedua. Baca juga: Pernah Meraja Cukup Lama, Kenapa Nokia Bisa Bangkrut? Posisi berikutnya ditempati Oppo, termasuk OnePlus dan realme, dengan pengiriman 10,6 juta unit atau menguasai 16 persen pasar. Vivo berada tepat di bawahnya dengan 10,5 juta unit dan pangsa pasar 16 persen. Sementara Xiaomi melengkapi lima besar setelah mengirimkan 8,2 juta unit, dengan pangsa pasar 12 persen. Dari sisi pertumbuhan tahunan, Huawei mencatat kenaikan pengiriman tertinggi sebesar 25 persen, diikuti Apple yang tumbuh 24 persen. Baca juga: Penjualan PC Dunia Turun, Apple Malah Tumbuh Pesat Berkat MacBook Ini Sebaliknya, Oppo, Vivo, dan Xiaomi masing-masing mengalami penurunan pengiriman sebesar 9 persen, 11 persen, dan 21 persen dibandingkan kuartal II 2025. Berikut tabel lima merek teratas di China versi Omdia, termasuk pangsa pasarnya, dirangkum dari situs resmi Omdia. Merek Pengiriman 2Q2026 (juta unit) Pangsa pasar 2Q2026 (dalam persen) Pengiriman 2Q2025 (juta unit) Pangsa pasar 2Q2025 (dalam persen) Pertumbuhan tahunan (dalam persen) Huawei 15,2 23 12,2 18 +25 Apple 12,4 19 10,1 15 +24 Oppo (termasuk Realme dan OnePlus) 10,6 16 11,6 17 -9 Vivo (termasuk iQoo) 10,5 16 11,8 17 -11 Xiaomi 8,2 12 10,4 15 -21 Lainnya 9,2 14 11,8 17 -22 Total 66,1 100 67,8 100 -2