Firma riset pasar Omdia merilis laporan terbaru mengenai pengiriman (shipment) smartphone global untuk kuartal II (Q2)-2026. Dalam laporan tersebut, Omdia menyebut bahwa pasar smartphone global tercatat mengalami penurunan 4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Adapun penurunan tersebut dipicu oleh krisis memori yang masih berlangsung. Omdia menilai, kondisi ini mengganggu pasokan komponen sekaligus meningkatkan biaya produksi sehingga menekan pasar secara keseluruhan. Baca juga: Counterpoint: Pasar HP Global Anjlok 11 Persen, Terburuk dalam 13 Tahun Meski pasar melemah, dampak krisis tersebut tidak dirasakan oleh seluruh vendor. Pengusaha: Okupansi Hotel Naik dengan ”Rate” Kamar Lebih Rendah Apple dan Samsung justru tercatat menjadi dua vendor yang berhasil meningkatkan pengiriman dan memperbesar pangsa pasar mereka dibanding periode yang sama tahun lalu. Apple dan Samsung kompak naik Samsung berhasil mempertahankan posisinya sebagai vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal II-2026 dengan pangsa pasar 22 persen, naik dua persen dibanding kuartal II-2025. Menurut Omdia, capaian tersebut didukung permintaan yang tetap kuat serta ketersediaan pasokan perangkat yang stabil. Selain itu, peluncuran seri flagship Galaxy S26 yang sempat mundur dinilai membuat sebagian permintaan di segmen premium bergeser ke kuartal kedua. Samsung juga disebut berhasil memperkuat posisinya di segmen ponsel murah ketika sejumlah vendor China mulai mengurangi lini produk dan menaikkan harga jual perangkat mereka. Di sisi lain, Apple juga mencatatkan kinerja kuartal kedua terbaik sepanjang sejarah perusahaan dengan meraih pangsa pasar sebesar 20 persen, naik empat persen dari kuartal II 2025. Baca juga: Counterpoint: 5 Besar HP Dunia Kuartal I-2026, Apple Memimpin Dipepet Samsung Omdia menyebut pencapaian tersebut didorong oleh siklus pembaruan (refresh) dan upgrade iPhone 17 series yang disebut sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah iPhone. Selengkapnya, berikut daftar lima vendor smartphone dengan pangsa pasar terbesar pada kuartal II-2026. Peringkat Vendor Pangsa pasar Q2 2026 Pangsa pasar Q2 2025 1 Samsung 22 persen 20 persen 2 Apple 20 persen 16 persen 3 Xiaomi 11 persen 15 persen 4 Oppo 10 persen 12 persen 5 Vivo 8 persen 9 persen Xiaomi, Oppo, dan Vivo melemah Di luar Samsung dan Apple, sejumlah vendor lain tercatat mengalami penurunan penjualan akibat melemahnya pasar smartphone global, terutama di segmen kelas menengah dan bawah. Di posisi ketiga ada Xiaomi dengan pangsa pasar 11 persen. Di bawahnya, yaitu posisi keempat ada vendor Oppo dengan pangsa pasar 10 persen, disusul Vivo dengan pangsa pasar 8 persen. “Penurunan volume paling tajam terjadi pada segmen pasar massal dengan harga di bawah 400 dollar AS, yaitu segmen yang menghadapi keterbatasan pasokan paling ketat, margin keuntungan paling tipis, serta sensitivitas harga paling tinggi,” kata Principal Analyst Omdia, Runar Bjorhovde. Vendor mulai ubah strategi Menurut Omdia, kondisi turunnya shipment pasar smartphone global membuat banyak vendor mengubah strategi dari mengejar volume penjualan menjadi meningkatkan nilai produk. Sebagaimana dihimpun dari web resmi Omdia, cara yang dilakukan vendor adalah dengan mengoptimalkan kembali portofolio produk dan menyesuaikan harga ritel mereka. Bjorhovde menyebut pengelolaan kenaikan kini menjadi semakin kompleks dan sulit diprediksi. Beberapa vendor bahkan harus membayar harga chip memori empat hingga lima kali lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Baca juga: Penjualan PC Dunia Turun, Apple Malah Tumbuh Pesat Berkat MacBook Ini “Saat ini, komponen memori dan penyimpanan saja menyumbang lebih dari 60 persen dari total biaya material (bill of material/BOM) untuk perangkat kelas bawah dan lebih dari 30 persen untuk model kelas atas,” ujarnya. Di sisi lain, Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew mengatakan harga memori diperkirakan baru mulai mengalami penurunan paling cepat pada paruh kedua 2027. Meski demikian, harganya diperkirakan tidak akan kembali ke level yang sama seperti sebelum tahun 2025. Omdia memprediksi bahwa penurunan volume pengiriman smartphone mungkin akan terjadi dalam dua kuartal mendatang. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya permintaan musiman akibat peluncuran produk baru, musim liburan, atau festival belanja yang bertepatan dengan pasokan chip memori yang masih terbatas.
Riset Omdia: Pasar Smartphone Dunia Anjlok, Samsung dan Apple Justru Tumbuh