Samsung menitipkan satu pesan untuk Apple menjelang peluncuran iPhone lipat pertama. Menurut mereka, penentu nasib ponsel lipat bukan ukuran layar atau kecanggihan engsel, melainkan bobot perangkatnya.
Pesan itu datang dari Hee-Cheul Moon, Kepala Advanced Mechanical R&D Group Samsung. Ia berbicara bersama Seungki Choi, Kepala Smartphone R&D Group Samsung, dalam wawancara dengan media Wired lewat panggilan video.
“Kunci untuk memberikan nilai tertinggi bagi pelanggan di pasar ini semuanya soal bobot perangkat. Seperti Anda tahu, itu tidak mudah,” kata Moon, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wired.
Samsung mengaku tidak merasa terancam oleh kedatangan Apple. Perusahaan asal Korea Selatan itu justru menyebut persaingannya sangat disambut.
“Melihat merek-merek lain masuk ke pasar ini, kami merasa sangat bangga karena nilai yang kami rintis lewat kategori baru ponsel lipat diakui dan dihargai,” ujar Moon.
Peringatan soal bobot itu punya dasar angka. Galaxy Z Fold 8 sekarang beratnya 201 gram, sementara Galaxy S26 Ultra yang layarnya cuma satu justru lebih berat, yakni 214 gram.
Sebagai pembanding, iPhone lipat Apple yang kabarnya dinamai iPhone Ultra diperkirakan berbobot 230 sampai 241 gram. Angka itu lebih berat dari Fold8 , bahkan lebih berat dari iPhone 17 Pro Max yang beratnya 233 gram.
Capaian itu butuh waktu lama. Dalam tujuh tahun sejak Galaxy Fold pertama meluncur, Samsung memangkas 75 gram dari bobot ponsel lipat utamanya.
Samsung merintis kategori ini pada 2019 lewat Galaxy Fold generasi pertama. Dalam dua tahun terakhir, ponsel lipat buatan Honor, Google, dan Samsung sama-sama berlomba jadi lebih ringan, dengan desain yang menipis di setiap generasinya.
Bobot memang jadi penghalang utama. Data survei YouGov pada 2024 yang dikutip Samsung menunjukkan desain yang bongsor merupakan keberatan terbesar orang-orang yang tidak tertarik memakai ponsel lipat.
Setelah ponsel lipat makin ringan, minat pembeli ikut naik. Samsung mencatat pre-order ponsel lipat terbarunya meningkat secara global dibanding model tahun lalu, dengan Fold 8 menyumbang hampir separuhnya.
Usaha memangkas gram
Samsung mengeklaim meneliti setiap komponen di Fold 8 dan Fold 8 Ultra untuk mencari bobot yang bisa dibuang. Jumlahnya sekitar 270 komponen ditambah lebih dari 180 komponen penunjang, mulai dari papan sirkuit, antena, sampai perekat dan baut.
Papan sirkuit tercetaknya dirancang ulang untuk membuang jalur yang tidak perlu dan merapikan tata letak komponen, sehingga ruang yang dibutuhkan menyusut. Samsung menyebut 15 komponen penunjang dihapus sama sekali.
Pelat penyangga layar bagian dalam juga dipangkas sampai ketebalannya tinggal sekitar 0,2 milimeter. Supaya panel setipis itu tetap kuat, Samsung membuat lapisan bernama Flex Titanium.
Lapisan tersebut berupa film paduan titanium dengan ketebalan sekitar sepertiga lebar rambut manusia. Fungsinya menjaga permukaan layar tetap rata sekaligus menahan bekas lipatan supaya tidak makin kentara setelah dilipat bertahun-tahun.